Inilah 4 Alasan Ki Hajar Dewantara Mengganti Namanya dan Ketahuilah Makna Tersirat dari Nama Tersebut

Inilah 4 Alasan Ki Hajar Dewantara Mengganti Namanya dan Arti Tersirat dari Nama Tersebut – Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang dihormati dan diakui oleh banyak orang di dalam maupun luar negeri.

Nama asli Ki Hajar Dewantara sebenarnya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, namun beliau memilih untuk mengganti namanya dengan alasan yang cukup kuat.

Dalam artikel ini, kitahebat akan membahas alasan di balik perubahan nama Ki Hajar Dewantara.

Baca juga : Sejarah Penemuan Kertas Ditemukan dari Tiongkok Kuno Hingga Menjadi Material yang Paling Umum Digunakan di Dunia Modern

Latar Belakang Ki Hajar Dewantara

Sebelum kitahebat membahas alasan di balik perubahan nama Ki Hajar Dewantara, ada baiknya kita mengenal sedikit latar belakang tokoh ini terlebih dahulu.

Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta, dari keluarga bangsawan. Beliau merupakan seorang aktivis dan tokoh pendidikan yang berjuang untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia melalui pendidikan.

Baca juga : Sejarah Dan Tradisi Desa Pohijo Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Yang Masih Rutin Dilakukan Setiap Tahun

Alasan Ki Hajar Dewantara Mengganti Namanya

Ki Hajar Dewantara awalnya diberi nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat oleh orang tuanya. Namun, pada usia 24 tahun, beliau memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara.

Baca juga : Sejarah Pendidikan Kolonialisme dan Berkembangnya Sistem Pendidikan Barat Melahirkan Golongan Nasionalisme Tinggi

Raden Mas Soewardiningrat memiliki beberapa alasan mengapa beliau mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, diantaranya adalah

1. Mencerminkan Identitas Jawa

Ki Hajar Dewantara merasa bahwa nama aslinya, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, terlalu kental dengan budaya Jawa.

Sebagai seorang aktivis yang ingin mengangkat bangsa Indonesia, beliau memilih untuk mengganti namanya agar lebih mencerminkan identitas sebagai orang Indonesia.

2. Memisahkan Diri dari Keluarga

Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga bangsawan yang terkenal di Yogyakarta. Namun, beliau merasa bahwa keluarganya tidak sepenuhnya mendukung perjuangan dan ideologinya.

Oleh karena itu, dengan mengganti namanya, Ki Hajar Dewantara ingin memisahkan dirinya dari keluarganya yang tidak mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : Telegraf Merupakan Alat Yang Biasanya Digunakan Untuk Mengirim Pesan Menggunakan Kode Morse Berikut Sejarah Perkembangannya

3. Identitas Baru untuk Gerakan Pendidikan

Ki Hajar Dewantara adalah seorang tokoh pendidikan yang gigih berjuang untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Dengan mengganti namanya, beliau ingin menciptakan identitas baru untuk gerakan pendidikan yang dipimpinnya, agar lebih mudah diingat dan dikenal oleh masyarakat.

4. Dalam Rangka Merdeka

Ki Hajar Dewantara mengganti namanya juga sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa itu.

Beliau ingin menunjukkan komitmen dan semangatnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui pendidikan.

Baca juga : Pencipta dan Sejarah Singkat Senam Lantai di Indonesia, Kaya Akan Manfaat Bagi Tubuh

Mengapa Ki Hajar Dewantara dijadikan sebagai bapak pendidikan indonesia?

Atas dasar perjuangan dan kegigihannya dalam pendidikan di Indonesia Ki Hajar Dewantara dijadikan sebagai Bapak Pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara dijadikan sebagai bapak pendidikan Indonesia karena ia adalah pahlawan bangsa yang berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan yang sifatnya nasional bagi bangsa Indonesia.

Makna Tersirat dari Nama Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara adalah nama yang dipilih oleh seorang tokoh pendidikan Indonesia yang terkenal dengan sebutan “Bapak Pendidikan Nasional”. 

Nama ini dipilih oleh beliau sendiri setelah sebelumnya memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Baca juga : Sejarah Desa Jenangan Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo Ternyata Sudah Ada Sejak Perjuangan Pangeran Diponegoro

Secara harfiah, Ki Hajar Dewantara terdiri dari dua kata, yaitu “Ki” dan “Hajar Dewantara”. Kata “Ki” merupakan panggilan untuk seorang yang dihormati dalam budaya Jawa, sedangkan “Hajar Dewantara” terdiri dari kata “hajar” yang berarti batu, dan “dewantara” yang berarti alam semesta.

Jadi, secara keseluruhan, nama Ki Hajar Dewantara dapat diartikan sebagai “orang yang dihormati dan teguh seperti batu dalam menghadapi kehidupan di alam semesta”.

Dalam perjuangannya di bidang pendidikan, Ki Hajar Dewantara selalu menunjukkan sifat yang teguh, berani, dan tidak mudah menyerah.

Semangat juangnya dalam memperjuangkan pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia juga tercermin dalam namanya yang memiliki makna yang kuat dan melekat pada dirinya sebagai seorang tokoh pendidikan.

Baca juga : Beginilah Sejarah Lahirnya Pancasila yang Diperingati Setiap Tanggal 1 Juni

Share your love
Garnis Candra
Garnis Candra

Saya memulai karir saya di dunia pendidikan setelah menyelesaikan studi di universitas ternama 9 tahun lalu, dengan spesialisasi di bidang Pendidikan.