Sejarah Pendidikan Kolonialisme dan Berkembangnya Sistem Pendidikan Barat Melahirkan Golongan Nasionalisme Tinggi

Avatar

Sejarah Pendidikan Kolonialisme dan Berkembangnya Sistem Pendidikan Barat Melahirkan Golongan Nasionalisme Tinggi

Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana demi mewujudkan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, ketrampilan dan juga akhlak mulia yang digunakan dalam bermasyarakat.

Pemutih Kulit

Baca juga :  Pentingnya Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Yang Efektif Dan Efisien Bagi Siswa

Sejak zaman kolonial, sistem pendidikan indonesia mengalami diskriminasi bagi penduduk pribumi, sistem pembelajaran yang diterapkan oleh kaum kolonial tidaklah merata, sejak itulah jiwa nasionalisme  mendorong kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah bagi kaum pribumi

Kemeja Blouse

Sejarah Pendidikan Barat Di Indonesia

Terdapat perbedaan pendapat bagi kaum kolonialis yang mangkhawatirkan tentang pendidikan yang dikembangkan di Indonesia, sebagian pihak mengkhawatirkan perkembangan pendidikan akan mengancam kelangsungan hidup kolonialisme.

Long Tunik Shanghai

Baca juga : 5 Cara Kita Menyikapi Adanya Perkembangan Teknologi di Era Globalisasi yang Semakin Mengubah Kehidupan Masyarakat

Namun disisi lain bagi para pegawai pemerintahan yang konservatif menganggap pendidikan tersebut memiliki tujuan penting yaitu demi kepentingan pemerintahan kolonial dan perkembangan kaum kolonialis di Indonesia.

Jenis sekolah yang diberikan juga berbeda dan terbagi menjadi 2 golongan, semua itu dilakukan demi mendapatkan tenaga kasar yang telah terdidik, 2 jenis sekolah yang dikenalkan pada masyarakat pribumi adalah

  • Sekolah kelas Satu yaitu kelas khusus untuk golongan masyarakat menengah keatas, untuk anak-anak eropa dan orang asing lainnya
  • Sekolah Kelas Dua yaitu sekolah untuk golongan menengah kebawah, sekolah ini bertujuan untuk mencari calon pegawai rendah yang berasal dari rakyat biasa atau Pribumi.

Baca juga :  E-learning Merupakan Dampak Perkembangan Teknologi informasi yang Sangat Membantu Pembelajaran di Bidang Pendidikan

Untuk golongan kelas atas didirikan sekolah HIS ( Sekolah Dasar ), dalam sekolah ini bahasa belanda menjadi bahasa pengantar dalam pelajaran, setelah lulus siswa dapat melanjutkan ke MULO ( SMP ) dan lanjut ke AMS ( SMA ). 

Namun untuk jenjang selanjutnya dalam memasuki perguruan tinggi harus ke Eropa, disamping itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti penghasilan orang tua dan juga kependudukan.

Sedangkan untuk sekolah kelas Dua pemerintah hanya melakukan pengawasan dan subsidi terhadap pendidikan sekolah, selebihnya tergantung kemampuan masyarakat setempat

Pembelajaran dilakukan dalam waktu 3 tahun, dan materi yang diberikan adalah menulis, membaca dan berhitung. Sedangkan siswa yang pandai akan dipilih dan bisa melanjutkan ke jenjang sekolah lanjutan ELS ( Europese Lagere Scholl )

ELS merupakan sekolah setingkat SD untuk keturunan anak Eropa, selain itu juga ada sekolah menegah dagang modern “MMHS” dan sekolah guru “Kweek School”

Perkembangan Pendidikan Di Indonesia 

Sejak abad ke-20 awal mula pendidikan di indonesia terbentuk mengalami perkembangan yang positif, terbukti pada tahun 1920 pendidikan ke perguruan tinggi di indonesia mulai membaik, sudah ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia mulai dari Sekolah Kedokteran ( STOVIA ), Sekolah Teknik (THS), dan Sekolah Hukum ( Rechts Hoge School )

Disamping itu juga terbentuk sekolah kejuruan seperti sekolah Guru, sekolah Teknik, Sekolah dagang, dan sekolah Pamongpraja. Selain sekolah pemerintahan pihak swasta juga berkontribusi dalam pendidikan, sehingga mereka membentuk sekolah swasta.

Pihak swasta yang mendirikan sekolah terdiri dari pihak organisasi atau organisasi keagamaan, seperti sekolah Sarekat Islam muhamadiyah, Taman Siswa, Perguruan Rakyat dan Ksatrian Institut.

Baca juga :  6 Manfaat Teknologi Bagi Pendidikan di Indonesia yang Terjadi Sampai Sekarang

Ditahun  1910-1930 perkembangan pendidikan ditanah air semakin luas, meskipun tidak merata di semua penjuru tanah air namun sudah menyebar diseluruh desa-desa sehingga membuat banyak lapangan kerja baru tercipta. Banyak tenaga didik yang ahli dalam bidang tertentu.

Akibatnya pelajar dan mahasiswa yang berasal dari lingkungan dan adat-istiadat yang berbeda, memiliki pola berpikir yang sama. Dengan begitu komunikasi mereka menjadi mudah, disamping itu dengan ilmu yang diterima mereka dapat mengenal lingkungan masing-masing dan mendorong munculnya Nasionalisme Indonesia semakin kuat.

Kesimpulan 

Dengan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Berkembangnya sistem pendidikan barat melahirkan golongan terpelajar yang mampu memperkuat jiwa nasionalisme, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, ketrampilan dan juga akhlak mulia yang digunakan dalam bermasyarakat.

Selain itu semua siswa memiliki keahlihan dalam bidangnya masing-masing.