Jelaskan Kedudukan Profesi Guru dalam Islam, Inilah Hadistnya !

Avatar
Jelaskan Kedudukan Profesi Guru dalam Islam, Inilah Hadistnya !
Gambar Ilustrasi Jelaskan Kedudukan Profesi Guru dalam Islam Gambar dari ( Pexels )
Shampo Penumbuh Rambut

MEJA PINTAR – Tolong jelaskan kedudukan profesi guru dalam islam. Islam adalah agama yang memberikan kudugukan tinggi bagi seorang guru.

Disini Meja Pintar akan memberikan informasi dari soal jelaskan kedudukan profesi guru dalam islam.

Pemutih Kulit

Mau tau informasi dari jelaskan kedudukan profesi guru dalam islam ? Mari kita simak bersama.

Guru adalah figur yang memiliki peran penting dalam mengajarkan dan membimbing individu menuju kebaikan, posisi dan keutamaan guru dalam Islam sangatlah tinggi.

Kemeja Blouse

Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk menghargai dan patuh terhadap petunjuk yang bermanfaat dari guru.

Seorang guru adalah individu yang dianugerahi pengetahuan oleh Allah SWT. Pengetahuan yang dimilikinya diwariskan kepada orang-orang di sekitarnya.

Long Tunik Shanghai

Lebih dari sekadar menyebarkan ilmu, seorang guru juga berperan sebagai penghubung antara manusia dengan alam akhirat. Mereka mengajarkan norma-norma, ibadah, dan syariat Islam yang berkaitan.

Tidak sembarang orang dapat menjadi guru, karena mereka memiliki tanggung jawab yang berat. Tugas utama mereka adalah membantu orang lain memperoleh pengetahuan dan membentuk karakter yang baik.

Tanggung jawab ini harus dijalankan dengan penuh kesungguhan, karena pada akhirnya, mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, seorang guru dianggap sangat mulia. Mereka dipercaya untuk membawa amanah dari Allah SWT dan mematuhi segala perintah-Nya dengan penuh tanggung jawab.

Kedudukan Seorang Guru dalam Islam

Dalam agama islam guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi, berikut adalah kedudukan seorang guru dari riwayat hadis islam, diantaranya adalah :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya : “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
Artinya : “Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461).

Cara Memuliakan Guru

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا
Artinya :

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan lebih tua dan menyayangi yang lebih muda juga yang tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).” (H.R. Ahmad).

كُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسَ إلَيْنَا وَلَكَأَنَّ عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرَ، لَا يَتَكَلَّمُ أَحَدٌ مِنَّا
Artinya:

“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah SAW, kemudian beliau duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tidak ada satu pun daripada kami yang berbicara.”

دَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله ع وسلم -. وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ ». تحفةحَ1239,1153
Artinya :

“Dari Anas r.a., dari Nabi SAW. bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman salah satu kalian semua, hingga dia mencintai saudaranya,sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”

وَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم (أكرموا العلماء) لعلمهم بأن تعاملوهم بالإجلال والإعظام وتوفوهم حقهم من التوقير والاحترام (فإنهم) حقيقيون بالإكرام إذ هم (ورثة الأنبياء).
Artinya :

Nabi SAW, bersabda: “Muliakanlah Ulama” karena ilmunya, dengan cara memuliakan, mengagungkan dan memenuhi hak ulama, yakni mengagungkan dan memuliakan “karena sesungguhnya Ulama” secara hakikat di hormati karena ulama “adalah Pewaris para nabi”.

مَا وَاللَّهِ اجْتَرَأْتُ أَنْ أَشْرَبَ الْمَاءَ وَالشَّافِعِيُّ يَنْظُرُ إِلَيَّ هَيْبَةً لَهُ
Artinya :

Ar-Rabi’ bin Sulaiman berkata, “Demi Allah, aku tidak berani meminum air dalam keadaan Asy-Syafi’i melihatku karena segan kepadanya”.

Itulah pembahasan tentang jelaskan kedudukan profesi guru dalam islam, jadi seorang guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia dalam pandangan islam, oleh sebab itu sudah sepantasnya kita semua memuliakan seoarang guru.