Nama Fosil Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan di Indonesia Adalah ?

Avatar
Nama Fosil Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan di Indonesia Adalah ?
Nama Fosil Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan di Indonesia Adalah ?
Shampo Penumbuh Rambut

KITA HEBAT –  Berikut adalah nama fosil manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia.

Banyaknya jenis fosil yang ditemukan di Indonesia maka, penting sekalau mempelajari nama fosil manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia.

Pemutih Kulit

Mari kita Bahas materi  nama fosil manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia sebagai berikut.

Fosil manusia purba adalah sisa-sisa atau jejak kerangka manusia yang hidup pada masa lampau dan telah fosilized (fosilisasi).

Kemeja Blouse

Fosil manusia purba memberikan informasi berharga tentang evolusi manusia dan perkembangan spesies Homo.

Beberapa jenis fosil manusia purba yang terkenal termasuk Homo erectus, Homo Wajakensis, dan Homo sapiens.

Long Tunik Shanghai

Fosil Manusia Purba Jenis Homo yang Ditemukan di Indonesia

Homo Wajakensis

Homo Wajakensis, ditemukan pertama kali oleh B. D. van Rietschoten pada tahun 1889 di Desa Wajak, Tulungagung, Jawa Timur, merupakan Homo sapiens pertama di Asia.

Penelitian mengenai fosil manusia purba ini dilanjutkan oleh Eugene Dubois di lokasi yang sama pada tahun berikutnya.

Berdasarkan hasil penelitian lebih lanjut, Homo Wajakensis diyakini telah menghuni wilayah Nusantara sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Meskipun asalnya dari Jawa Timur, manusia ini tersebar tidak hanya di Indonesia bagian barat tetapi juga di sebagian wilayah Nusantara bagian timur.

Homo Wajakensis telah menunjukkan kemampuan membuat alat-alat dari batu dan tulang, serta memiliki pengetahuan tentang cara memasak makanan, walaupun dengan teknik yang masih sederhana.

Ciri-ciri fisiknya mencakup ukuran tengkorak yang sedang dan agak lonjong, muka datar dan lebar, akar hidung lebar, serta volume otak sekitar 1.630 cc dengan tinggi sekitar 173 cm.

Homo Soloensis

Seiringnya waktu, Homo Soloensis muncul, ditemukan di Ngandong, tepi Bengawan Solo, serta Sangiran dan Sambungmacan (Sragen).

Para peneliti, seperti Willem Frederik Florus Oppenoorth, Carel ter Haar, dan G. H. R. von Koenigswald, menduga Homo Soloensis merupakan evolusi dari Pithecanthropus Mojokertensis yang hidup sekitar 117.000-108.000 tahun yang lalu.

Hidupnya lebih maju, dengan volume otak mendekati manusia modern dan keberagaman peralatan untuk bertahan hidup.

Ciri-ciri Homo Soloensis melibatkan volume otak yang cukup besar (1.013-1.251 cc), tinggi badan berkisar antara 130-210 cm, dan berat badan antara 30-150 kg.

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis, manusia purba kecil yang mendiami Pulau Flores, ditemukan di Gua Liang Bua pada September 2003.

Dengan ukuran tengkorak yang sangat mungil, diperkirakan Homo Floresiensis memiliki tubuh tidak lebih besar dari anak-anak usia lima tahun.

Meskipun kecil, mereka memiliki keahlian dalam berburu, beternak, bercocok tanam, serta membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu.

Ciri-ciri Homo Floresiensis mencakup tengkorak kecil dan memanjang, volume otak 380 cc, tinggi badan sekitar 100 cm, dan berat sekitar 30 kg.

Meganthropus Paleojavanicus

Selanjutnya, Meganthropus paleojavanicus, ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah pada tahun 1936-1941 oleh GHR von Koenigswald.

Ciri-ciri Meganthropus paleojavanicus melibatkan geraham besar, tulang pipi tebal, kening menjorok ke depan, tonjolan belakang kepala yang tajam, tanpa tulang dagu, otot tengkuk kuat, dan postur badan tegap.

Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Erectus, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di Desa Trinil, Jawa Tengah, dekat Bengawan Solo, hidup sekitar sejuta hingga setengah juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus adalah tinggi badan 160-180 cm, rahang menonjol ke depan, tonjolan kening di dahi dan bagian belakang kepala, tanpa dagu, hidung lebar, dan leher tegap.

Homo Sapiens

Terakhir, Homo sapiens, diperkirakan hidup sekitar 25.000 hingga 40.000 tahun yang lalu. Homo sapiens memiliki tinggi badan 130-210 cm, berat badan 30-150 kg, dan volume otak sekitar 1.350-1.450 cc.

Penemuan fosil manusia purba telah memberikan wawasan mendalam tentang evolusi manusia, perilaku sosial, dan adaptasi manusia terhadap perubahan lingkungan sepanjang waktu.

Fosil manusia purba menjadi bukti penting dalam upaya untuk memahami asal-usul dan perkembangan spesies manusia.

Semoga artikel nama fosil manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia dapat menambah wawasan bagi  sahabat semua.

Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *