Apa itu Puisi ? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, Unsur & Contoh Puisi

Avatar
Apa itu Puisi ? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur, Unsur & Contoh Puisi
Gambar Ilustrasi Apa itu Puisi Sumber Gambar ( Pexels )
Shampo Penumbuh Rambut

MEJA PINTAR – Apa itu puisi ? Mungkin saat ini anda sedang bertanya-tanya tentang apa itu puisi.

Mengapa puisi dapat membakar jiwa seseorang ? Mari kita simak bersama apa itu puisi. Puisi adalah sebuah karya seni yang menghidupkan kata-kata menjadi harmoni makna dan perasaan, yang telah lama menjadi bagian dan tak terpisahkan dari peradaban manusia.

Pemutih Kulit

Namun, di balik indahnya irama dan metafora, adakah pemahaman yang jelas tentang apa itu puisi ?

pexels ena marinkovic 3713689
Gambar Ilustrasi Apa itu Puisi Gambar dari (Pexels)

Pengertian Puisi Menurut KBBI dan Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi atau sajak adalah bentuk sastra yang menggunakan bahasa yang terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Umumnya, puisi mengandung ungkapan emosi, pengalaman, atau kesan penulis yang diungkapkan dengan bahasa yang indah sehingga menghasilkan irama yang menyenangkan saat dibaca.

Beberapa ahli sastra telah memberikan pengertian tentang puisi. H.B Jassin, misalnya, menjelaskan bahwa puisi adalah karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan menyampaikan gagasan atau tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Long Tunik Shanghai

Sumardi, dalam pandangannya, menggambarkan puisi sebagai karya sastra yang menggunakan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan memiliki irama bunyi, serta mengandung kata-kata dengan makna kiasan atau imajinatif.

Sementara James Reeves menyebut puisi sebagai ekspresi bahasa yang kaya dan menarik.

Pendapat Herman Waluyo, seorang ahli sastra lainnya, menggambarkan puisi sebagai karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif, serta disusun dengan memperhatikan kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan batin.

Dari berbagai pengertian yang disampaikan oleh para ahli dan KBBI, dapat disimpulkan bahwa puisi adalah karya sastra yang memuat tanggapan dan pendapat penyair tentang berbagai hal.

Pendapat ini disampaikan dengan menggunakan bahasa yang dipilih dengan indah, menciptakan struktur batin dan fisik yang khas bagi penyair.

Pemikiran penyair dalam puisi diwujudkan melalui pemilihan kata-kata yang memikat pembaca. Setiap penyair memiliki keunikan dalam gaya penulisannya, yang menciptakan nilai estetika yang berbeda-beda dalam setiap puisi yang diciptakan.

Ciri-Ciri Puisi

Puisi dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu puisi lama dan puisi baru. Menurut penjabaran yang terdapat dalam Modul Bahasa Indonesia Kelas X yang dikarang oleh Sutji Harijanti, kedua kategori tersebut memiliki ciri-ciri masing-masing:

1. Puisi Lama

Puisi lama adalah jenis puisi yang masih mengikat diri pada aturan-aturan tertentu, di antaranya adalah:

  • Jumlah kata dalam satu baris.
  • Jumlah baris dalam satu bait.
  • Penggunaan persajakan (rima).
  • Jumlah suku kata dalam setiap baris.
  • Pola irama yang teratur.

Beberapa ciri khas puisi lama antara lain:

  • Pengarangnya sering tidak diketahui.
  • Disebarluaskan secara lisan, dari mulut ke mulut.
  • Sangat mematuhi aturan-aturan, seperti jumlah baris dalam satu bait, jumlah suku kata, dan persajakan.

2. Puisi Baru

Berbeda dengan puisi lama, puisi baru memiliki kebebasan lebih dalam hal aturan, dan bentuknya cenderung lebih bebas dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun persajakan.

Beberapa ciri khas puisi baru adalah:

  • Memiliki bentuk yang lebih bebas dan simetris.
  • Persajakan akhir yang teratur.
  • Menggunakan pola sajak pantun dan syair meskipun dalam variasi yang berbeda.
  • Umumnya terdiri dari empat baris.
  • Setiap baris pada bagian atas merupakan satu gatra (kesatuan sintaksis).
  • Setiap gatra terdiri dari dua kata dan 4-5 suku kata.
pexels wallace chuck 3704611
Ilustrasi Apa itu Puisi Gambar dari ( Pexels )

Jenis-jenis Puisi

1. Puisi Naratif

Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan dari sudut pandang penyair. Puisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu balada dan romansa. Balada adalah puisi yang menceritakan kisah tentang pahlawan atau tokoh yang diidolakan.

Contoh dari puisi balada adalah “Balada Orang-orang Tercinta” dan “Blues untuk Bonnie” karya WS Rendra. Sementara itu, romansa adalah jenis puisi yang mengisahkan kisah cinta dengan bahasa yang romantis, sering kali diselingi dengan pertarungan dan petualangan.

2. Puisi Lirik

Puisi lirik terbagi ke dalam beberapa jenis, seperti elegi, serenada, dan ode. Elegi adalah puisi yang menyampaikan perasaan duka. Contohnya adalah “Elegi Jakarta” karya Asrul Sani yang menggambarkan kesedihan penyair terhadap Kota Jakarta.

Serenada merupakan puisi percintaan yang dapat dinyanyikan, dengan makna harfiah nyanyian yang dilantunkan saat senja. Sementara ode adalah puisi yang memuja seseorang, objek tertentu, atau suatu keadaan. Contohnya adalah “Diponegoro” karya Chairil Anwar dan “Ode buat Proklamator” karya Leon Agusta.

3. Puisi Deskriptif

Puisi deskriptif melibatkan penyair dalam memberikan gambaran tentang suatu keadaan, objek, atau suasana yang menarik perhatian. Jenis puisi ini mencakup satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.

Satire adalah puisi yang menyampaikan ketidakpuasan penyair terhadap suatu keadaan dengan cara sindiran. Sedangkan puisi kritik sosial juga menyampaikan ketidakpuasan, namun dengan mengungkapkan kekurangan atau ketidakberesan suatu keadaan atau individu. Kesannya bisa tercermin dalam puisi-puisi impresionistik yang menggambarkan impresi penyair terhadap suatu hal.

Struktur Puisi

Struktur puisi terdiri dari dua jenis, yaitu struktur batin dan struktur fisik:

1. Struktur Batin

Struktur batin mencakup tema, pesan, dan sikap penyair yang tidak selalu terlihat secara langsung dalam kata-kata puisi.

2. Struktur Fisik

Struktur fisik mencakup elemen-elemen yang tampak secara fisik, seperti majas, rima, konotasi, kata berlambang, dan pengaturan tipografi.

Unsur Fisik Puisi

1. Diksi

Pilihan kata yang menciptakan imajinasi estetis.

2. Imaji

Susunan kata yang membangkitkan gambaran mental.

3. Kata konkret

Kata-kata yang jelas untuk menciptakan gambaran pada pembaca.

4. Bahasa figuratif (majas)

Penggunaan bahasa kiasan untuk menyampaikan makna.

5. Verifikasi

Pola bunyi yang menyumbang pada keindahan puisi.

6. Tipografi

Penyusunan visual teks yang membedakan puisi dari prosa dan drama.

pexels cottonbro studio 3661193
Ilustrasi Apa itu Puisi Gambar dari ( Pexels )

Unsur Batin Puisi

1. Tema

Pokok pikiran yang menjadi inti dari puisi.

2. Rasa

Perasaan atau emosi yang ditampilkan dalam puisi.

3. Nada

Sikap penyair terhadap pembaca atau subjek puisi.

4. Amanat

Pesan atau tujuan yang ingin disampaikan melalui puisi.

Contoh Puisi

Indahnya Pagi Hariku

Di pelupuk pagi kini terbentang,
Warna-warni mentari menyapa langit,
Gemericik embun menyegarkan bumi,
Indahnya pagi, tiada tara lagi.

Dinginnya udara menusuk ke tulang,
Namun hangatnya sinar menyinari jiwa,
Dalam sepi, alam berkisah indah,
Rona pagi menghadirkan pesona.

Daun-daun bergoyang di depan jendela,
Menyambut sang surya dengan lembutnya,
Burung-burung bernyanyi riang gembira,
Pagi yang indah, tiada yang menandingi.

Kicauan merdu mengalun di udara,
Mengiringi langkah dalam keheningan,
Pagi yang damai, penuh kebahagiaan,
Nikmatnya hadir dalam indahnya pagi.

O, betapa berharga tiap detiknya,
Di dalam pagi yang begitu mempesona,
Karya Tuhan yang tak ternilai harganya,
Indahnya pagi, karunia abadi.

Kerasnya Hidup di Bumi

Di keheningan malam yang sunyi,
Kerasnya kehidupan membisu,
Terkadang seperti gelombang ganas,
Menghantam karang tanpa belas kasihan.

Di balik senyum, tersembunyi cerita,
Tentang perjuangan dan air mata,
Meniti setiap langkah penuh duka,
Menyongsong hari dengan harapan tipis.

Kegelapan melingkupi langit jiwa,
Menggelayuti ragam perasaan yang runtuh,
Namun api keberanian masih menyala,
Menantang bayang-bayang takut yang mencekam.

Tiap langkah, tiap helaan napas,
Merupakan ujian yang tak pernah usai,
Bersiaplah menghadapi badai yang mengganas,
Dalam perjalanan panjang kehidupan yang keras.

Namun di tengah gempuran ombak yang ganas,
Masih ada pelabuhan yang menanti,
Harapan sebagai mercusuar di kegelapan,
Menyinari jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Itulah pembahasan tentang apa itu puisi, semoga bermanfaat.