Apa Ada Kaitannya Deja vu dengan Supranatural ? Begini Penjelasan dan Penyebabnya

Avatar
Apa Ada Kaitannya Deja vu dengan Supranatural ? Begini Penjelasan dan Penyebabnya
Gambar Ilustrasi Apa Ada Kaitannya Deja vu dengan Supranatural
Shampo Penumbuh Rambut

MEJA PINTAR – Halo sahabat, apa jawabanmu ketika mendapatkan soal apa ada kaitannya deja vu dengan supranatural ?

Jangan khawatir disini Meja Pintar akan memberikan referensi jawaban dari soal apa ada kaitannya deja vu dengan supranatural.

Pemutih Kulit

Baca sampai selesai ulasan apa ada kaitannya deja vu dengan supranatural agar kamu tidak salah memahami maksut yang tersurat didalam artikel.

Namun sebelum kita membahas lebih dalam tentang deja vu dengan supranatural mari kita simak bersama apa itu deja vu.

Kemeja Blouse

Pengertian Deja Vu

Dejavu adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu perasaan bahwa situasi atau pengalaman yang sedang dialami telah terjadi atau dirasakan sebelumnya, meskipun sebenarnya tidak.

Long Tunik Shanghai

Ini adalah pengalaman subjektif di mana seseorang merasa akrab dengan suatu kejadian yang seolah-olah telah terjadi sebelumnya, meskipun tidak dapat diingat secara jelas.

Istilah ini sering kali digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang aneh atau menakjubkan ketika seseorang merasa seolah-olah telah mengalami momen yang sama atau serupa di masa lalu.

Apa Ada Kaitannya Dejavu dengan Supranatural ?

Secara umum, dejavu tidak memiliki hubungan langsung dengan supranatural atau hal-hal yang bersifat supernatural. Dejavu adalah pengalaman psikologis yang dapat dijelaskan secara ilmiah sebagai hasil dari proses-proses kognitif di dalam otak manusia.

Ini sering kali terjadi ketika terjadi gangguan dalam proses penyimpanan dan pemulihan memori, atau ketika terjadi gangguan dalam persepsi dan pengolahan informasi.

Namun demikian, beberapa orang mungkin mengaitkan pengalaman dejavu dengan hal-hal supranatural atau mistis karena sensasi yang aneh atau tidak biasa yang terjadi.

Ini sering kali disebabkan oleh keyakinan individu terhadap dunia supranatural atau kepercayaan pada pengalaman gaib. Namun, dari sudut pandang ilmiah, dejavu lebih cenderung dipahami sebagai fenomena psikologis daripada sesuatu yang memiliki hubungan langsung dengan hal-hal supranatural.

Penyebab Deja Vu

Penyebab dejavu masih menjadi topik penelitian yang aktif di bidang ilmu kognitif dan neurosains. Meskipun belum ada penjelasan yang pasti, beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini:

  • Gangguan dalam Sistem Memori: Salah satu teori menyatakan bahwa dejavu terjadi karena ada gangguan atau kesalahan dalam sistem memori otak. Ini bisa berarti bahwa informasi yang diperoleh oleh indra saat ini disimpan di memori jangka pendek sebelum diproses ke memori jangka panjang, dan ketika informasi tersebut diproses kembali, terjadi kesalahan yang menyebabkan kesan bahwa pengalaman tersebut telah terjadi sebelumnya.
  • Gangguan dalam Proses Pengolahan Informasi: Teori lain mengatakan bahwa dejavu terjadi karena adanya gangguan dalam proses pengolahan informasi di otak. Ini bisa terjadi ketika ada penundaan dalam pengolahan informasi oleh otak, sehingga informasi yang baru diterima oleh indra diinterpretasikan sebagai pengalaman yang sudah dialami sebelumnya.
  • Keterkaitan Antara Situasi dan Memori: Beberapa peneliti mengusulkan bahwa dejavu mungkin terjadi ketika situasi atau kondisi saat ini sangat mirip dengan situasi atau kondisi yang pernah dialami sebelumnya, meskipun memori itu sendiri tidak dapat diakses secara sadar.
  • Aktivasi Areal Otak Tertentu: Beberapa penelitian neurosains menunjukkan bahwa dejavu dapat terjadi ketika ada aktivasi berlebihan atau tidak tepat dari area otak tertentu yang terlibat dalam pengenalan dan pengolahan memori.

Meskipun masih ada banyak penelitian yang perlu dilakukan, pemahaman kita tentang penyebab dejavu terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang kognitif dan neurosains.

Teori Penyebab Deja vu

Fenomena dejavu, yang seringkali membingungkan, telah menjadi fokus penelitian bagi banyak ilmuwan selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, berbagai teori telah diusulkan untuk menjelaskan munculnya dejavu, antara lain:

1. Teori Split Perception

Teori ini menjelaskan bahwa dejavu dapat terjadi ketika seseorang mengalami situasi atau objek yang sama pada waktu yang berbeda. Meskipun pengamatan tersebut mungkin singkat dan tidak disadari sepenuhnya, otak tetap membentuk ingatan dalam satu kesempatan.

Contohnya, saat seseorang melintas di depan sebuah bangunan sambil tidak fokus karena teralihkan oleh kegiatan lain seperti menggunakan ponsel.

Kemudian, di lain waktu ketika orang tersebut melewati bangunan yang sama, mungkin dalam kondisi yang sama atau berbeda, mereka mungkin merasa familiar dengan bangunan tersebut, menyebabkan sensasi dejavu.

2. Teori Memory Recall

Teori ini mengajukan bahwa dejavu dapat terjadi ketika seseorang mengunjungi tempat baru dengan suasana yang mirip dengan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi sebelumnya.

Misalnya, saat seseorang mengunjungi sebuah kedai kopi di suatu tempat dan merasa bahwa interior kedainya mirip dengan kedai kopi yang pernah mereka kunjungi di masa lalu, mungkin di negara lain atau kota lain.

3. Gangguan Sirkulasi Otak

Dejavu juga dapat disebabkan oleh gangguan sirkulasi otak atau kelainan kecil pada sirkuit otak. Otak memiliki dua jenis penyimpanan memori, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang.

Dejavu terjadi ketika terjadi kesalahan dalam respons otak terhadap suatu peristiwa yang sedang terjadi, sehingga informasi yang seharusnya disimpan dalam memori jangka pendek langsung diproses ke dalam memori jangka panjang.

4. Kejang Lobus Temporal

Penyebab dejavu yang terakhir adalah kejang pada lobus temporal. Meskipun ini umumnya hanya terjadi pada individu dengan epilepsi, stroke, tumor otak, atau kelainan pembuluh darah di otak, kejang lobus temporal dapat menyebabkan seseorang mengalami sensasi dejavu.

Lobus temporal bertanggung jawab dalam pemrosesan emosi dan penyimpanan memori jangka pendek.

Ketika lobus temporal mengalami kejang, respons individu terhadap lingkungan sekitar dapat terganggu, yang mungkin menyebabkan pengalaman dejavu.

Jadi itulah pembahasan tentang apa ada kaitannya deja vu dengan supranatural, semoga dapat menambah wawasan bagi sahabat semua.