Inilah Arti Kata Bajingan yang Sebenarnya ! Sejarah dan Pergeseran Makna di Era Modern

Avatar
Inilah Arti Kata Bajingan yang Sebenarnya ! Sejarah dan Pergeseran Makna di Era Modern
Gambar Ilustrasi Inilah Arti Kata Bajingan yang Sebenarnya

MEJA PINTAR – Apakah arti kata bajingan yang akhir-akhir ini sering digunakan oleh masyarakat digital ? Sebagian orang tidak faham apa arti kata bajingan yang sebenarnya.

Dilihat dari sejarahnya arti kata bajingan sebenarnya bukanlah hal yang negatif, namun seiring perkembangan zaman makna kata bajingan ini digunakan untuk umpatan kepada seseorang yang berperilaku negatif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Bajingan adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada orang yang licik, curang, tidak jujur, atau tidak bertanggung jawab dalam tindakannya.

Namun dibalik itu semua mari kita lihat sejarah arti kata bajingan yang sebenarnya !

Sejarah Kata “Bajingan” sebagai Profesi Mulia

Sejarah mengungkapkan bahwa “bajingan” dulunya adalah sebuah profesi yang dianggap mulia dalam masyarakat Jawa pada abad ke-16 M. Menurut laporan dari National Geographic, profesi ini terkait erat dengan paguyuban penarik gerobak sapi, atau yang dikenal sebagai bajingan.

Tugas utama bajingan pada masa itu adalah sebagai kurir gerobak sapi yang membantu mengangkut hasil panen dan barang-barang masyarakat.

Profesi bajingan tidak hanya sekadar sebagai pengangkut barang, namun mereka juga mampu mengangkut manusia.

Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, transportasi mewah hanya dapat dinikmati oleh pejabat Eropa, sehingga bajingan menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat pribumi menengah ke atas.

Bahkan setelah kemerdekaan, peran bajingan berlanjut sebagai pengangkut material bangunan mirip dengan fungsi truk pada zaman sekarang.

Tidak hanya sebagai profesi, dalam budaya Jawa, “bajingan” juga memiliki makna mendalam sebagai akronim.

Diketahui bahwa dalam konteks ini, “bajingan” merupakan singkatan dari “Bagusing jiwo angen-angening pangeran”, yang artinya “berjiwa mulia di hadapan Tuhan”.

Bajingan Sebagai Makna Makanan

Selain sebagai profesi, “bajingan” juga sering kali diartikan sebagai makanan di beberapa daerah. Di Magelang misalnya, “bajingan” menunjukkan kudapan manis kenyal yang terbuat dari ketela.

Makanan ini adalah sajian khas untuk para tamu dan juga camilan favorit warga setempat. Asal muasal nama “bajingan” berasal dari air nira sisa bajing atau tupai yang digunakan untuk merebus ketela, sehingga warga setempat menyebutnya sebagai “ketela bajingan”.

Pergeseran Makna Kata “Bajingan”

Meskipun dulunya memiliki makna yang berbeda, kini kata “bajingan” telah mengalami pergeseran makna yang signifikan. Awalnya digunakan sebagai sebutan bagi profesi yang mulia atau makanan yang lezat, kini kata tersebut lebih sering digunakan dalam konteks yang berkonotasi negatif.

Penggunaan kata “bajingan” sebagai umpatan mulai dikenal melalui tulisan Multatuli, sebagaimana tercatat dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar (1860).

Sejak itu, kata ini mulai diidentifikasi dengan makna negatif, terutama dalam konteks penggunaan yang kasar dan emosional.

Pergeseran makna kata “bajingan” ini mungkin juga dipengaruhi oleh cara pengucapannya yang keras dan penuh emosi, serta asosiasinya dengan sikap kasar dari sopir gerobak sapi di masa lalu.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa sikap tersebut pada masa itu bertujuan untuk melindungi diri dari bahaya begal.

Dengan demikian, arti kata “bajingan” dapat bervariasi tergantung pada konteks dan daerahnya, mulai dari sebutan profesi dan makanan hingga penggunaan yang lebih umum sebagai kata berkonotasi negatif.

Nah baru taukan apa arti kata bajingan yang sebenarnya ? Jadi sudah seharusnya kita mampu menggunakan kata tersebut dan menggunakannya secara bijak.